Kisah 1001 malam ( 02 ) : Abu Nawas memasukkan onta ke dalam lubang jarum

Kisah 1001 malam ( 02 ) : Abu Nawas memasukkan onta ke dalam lubang jarum


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Kisah 1001 malam ( 02 ) : Abu Nawas memasukkan onta ke dalam lubang jarum
Desa Brondong HUT RI

Signal.co.id – Suatu hari baginda raja tampak termenung di singgasananya, beliau sedang menghadapi masalah, hingga tak enak makan, tak enak tidur, masalahnya pun tak ada yang tahu, hanya baginda sendiri yang tahu, beliau sengaja merahasiakannya kepada siapapun, baik kepada penasehat Istana, maupun Abu Nawas sahabatnya, hingga sering melamun dan mengurung diri.

Penasehat istana mencoba mendekati baginda raja “ma,af paduka yang mulia, hamba lihat belakangan ini paduka terlihat murung, hamba khawatir paduka nanti jatuh sakit, apakah ada sesuatu yang paduka pikirkan ?” Tanya penasehat istana.
“Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja, kau urus saja pekerjaanmu” jawab baginda raja.

Penasehat istana pun hanya terdiam, makin hari baginda raja makin tertutup, bahkan kini enggan menerima tamu, hal ini membuat pejabat istana semakin khawatir.

Desa Pagirikan HUT RI

“Apa yang harus kita lakukan ? Makin hari baginda raja makin mengkhawatirkan, ini sangat buruk untuk kondisinya, jangan sampai baginda raja jatuh sakit” kata salah seorang mentri.

“Saya juga cemas melihat baginda raja, saya juga berusaha membujuk baginda raja supaya menceritakan masalahnya, tapi malah memalingkan wajah” kata penasehat istana.
“Saya ada saran, bagaimana kalau kita panggil Abu Nawas ?” Ujar salah satu mentri.
“Iya, saya setuju dengan saran tersebut” balas lainnya.

Maka beberapa mentri istana segera mendatangi rumah Abu Nawas “ada apa kenapa kalian datang ?” Tanya Abu Nawas. “Kami kesini bukan di utus baginda raja, tapi atas kemauan sendiri” jawab para mentri.

Kemudian para mentri memberi tahu Abu Nawas tentang keadaan yang menimpa baginda raja “kami sudah berusaha memberi perhatian, tapi baginda raja selalu menutup diri” kata salah satu mentri.
“Baiklah aku akan mencoba menghiburnya, mari kita ke istana sekarang” ajak Abu Nawas.

Singkat cerita Abu Nawas menghadap baginda raja, ia lalu bercerita kisah-kisah jenaka, berharap baginda raja bisa terhibur dan tertawa.
Tapi ternyata tidak ada reaksi apapun, baginda raja hanya terdiam, malah masuk kamar meninggalkan Abu Nawas.

Para mentri pun menghampiri Abu Nawas “bagaimana Abu Nawas ? Kau lihat sendiri kan ?” Tanya mereka “sepertinya baginda raja sedang mengalami masalah berat, biar aku pikirkan cara mengatasinya” ujar Abu Nawas sambil bergegas pulang.

Sesampainya di rumah Abu Nawas menemukan ide cemerlang.
Esok harinya Abu Nawas pergi ke pasar, di hadapan orang-orang Abu Nawas berteriak “apakah ada di antara kalian yang bisa memasukkan onta ke dalam lubang jarum ?”

Mendengar pertanyaan Abu Nawas, semua orang terheran-heran “mana mungkin bisa, itu perkara yang mustahil” kata orang-orang di pasar.
Dengan lantang Abu Nawas membalas “tidak ada perkara yang mustahil, jangankan aku, anak kecil pun bisa”
“Kalau memang bisa, coba tunjukkan pada kami” balas mereka.
“Maaf kawan-kawan aku hanya bisa membuktikannya bila di depan raja” jawab Abu Nawas.

Begitulah seterusnya, di setiap ada keramaian, atau orang-orang yang sedang berkumpul, Abu Nawas selalu mengatakan hal yang sama.
Akhirnya kabar tentang Abu Nawas, sampai ke telinga sang raja, semula baginda raja tidak memperdulikannya, tapi lama-lama penasaran juga, maka di perintahkanlah beberapa pengawal istana, untuk memanggil Abu Nawas.

“Tuan Abu Nawas anda di perintah paduka untuk datang ke istana” ucap prajurit, “benarkah ?” Tanya Abu Nawas memastikan, “benar tuan Abu Nawas” jawab pengawal.
“Rencanaku berhasil” kata Abu Nawas dalam hati.
“Oh iya bagaimana kondisi baginda raja sekarang ?” Tanya Abu Nawas lagi.
“Baginda masih mengurung diri dan sering melamun” jawab prajurit.
“Baiklah aku akan kesana sekarang” balas Abu Nawas.

Sesampai di istana, Abu Nawas segera menghadap sang raja.
“Abu Nawas, aku dengar kau bisa memasukkan onta ke lubang jarum, bisakah kau membuktikannya di hadapanku ?” Tanya baginda raja.
“Benar paduka yang mulia” jawab Abu Nawas.
“Bagaimana mungkin ? Aku rasa itu hal yang mustahil” balas baginda raja.
“Di dunia ini tidak ada yang mustahil paduka” jawab Abu Nawas.
“Baiklah coba sekarang kau buktikan” perintah baginda raja.
“Caranya mudah paduka, kita tinggal membuat lubang jarum yang lubangnya lebih besar dari unta, dengan begitu kita bisa memasukkannya dengan mudah, bahkan anak kecil pun bisa” jawab Abu Nawas.
“Kalau caranya seperti itu, semua orang bisa, berarti kau telah menipu semua orang termasuk aku” ucap baginda raja.
“Hamba tidak pernah menipu siapapun, termasuk paduka, hamba tidak pernah mengatakan bahwa jarum yang hamba maksud adalah jarum kecil” jawab Abu Nawas.
“Hamba hanya ingin mengatakan ada hikmah dari pernyataan tersebut, bahwa sebesar apapun masalah, kalau kita lebih lapang dan lebih luas saat menghadapinya, maka semua masalah akan terasa ringan” tukas Abu Nawas lagi.

Setelah merenungi ucapan Abu Nawas, baginda pun mengucapkab terima kasih.
“Terima kasih Abu Nawas kau telah menyadarkanku”. ( Dikutip dari buku 1001 malam )

SMA Negeri 1 Sindang HUT RI
Roza Fotocopy HUT RI
Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

inquiry
aksara