Perempuan dan Kopi

Perempuan dan Kopi


Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Perempuan dan Kopi
Desa Brondong HUT RI
                           

Bagi diriku sendiri kebiasaan meminum kopi sudah lama sekali kunikmati, kegemaran tersebut jauh sebelum nama kopi sekomoditas sekarang. Tepatnya kapan mulai kecanduan kopi, aku lupa, yang aku ingat dulu saat usiaku sekitar sepuluh tahun aku tidak bisa leluasa meminum kopi, aku meminum kopi di waktu dan tempat tertentu dengan kadar kopi yang sedikit.

Kupikir mungkin waktu itu karena masih kecil dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak, akan tetapi semakin beranjak dewasa pun sama. “Jangan terlalu banyak minum kopi”, “perempuan ko suka minum kopi, seperti laki-laki saja” dan masih banyak lagi ucapan lainnya seakan kopi itu minuman simbol maskulinitas lelaki.

Kopi minuman berwarna hitam, berasa pahit dan beraroma khas kuat, yang berkhasiat dan berenergi. Lekat dengan laki-laki padahal secangkir kopi yang dinikmati di rumah maupun di coffee shop mengalami perjalanan dan proses panjang yang tidak bisa dipisahkan dari peranan seorang perempuan.

Desa Pagirikan HUT RI

Selama ini yang kita tau kopi itu simbol maskulin laki-laki justru yang paling dekat dengan kopi ya perempuan. Menurut data dari International coffee Organization menunjukan, kontribusi perempuan dalam industri kopi global sangat signifikan. Setidaknya, 20-30 persen kebun kopi dikelola oleh perempuan. Dan, lebih dari 70 persen buruh di industri kopi merupakan perempuan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh International Finance Corporation pada tahun 2011 juga mengungkapkan, hampir 80 persen kebun kopi di Sumatra Utara didominasi oleh perempuan. Mereka pemegang, pemeran utama dalam penanaman, pengolahan, pemasaran hingga bisa menjadi secangkir kopi yang dinikmati penikmatnya.

Meminum kopi belakangan sedang menjadi trend masa kini, kedai-kedai kopi yang menjamur didirikan di berbagai tempat, bahkan di kota-kota kecil seakan tidak mau ketinggalan dengan fenomena yang tengah melanda. Barista didominasi laki-laki di berbagai coffee shop

Akan tetapi, sebenarnya perempuan pun banyak yang coffee snob, expert coffee bahkan perempuan turut andil pada ajang kompetisi paling bergensi di dunia perkopian. World Barista Championship , misalnya. Dua tahun berturut-turut kompetisi tersebut dimenangkan oleh barista perempuan, yakni; Agnieszka Rojewska asal Polandia di tahun 2018 dan Yoojeon Jeon asal Korea di tahun 2019.

Atau Evani Jesslyn seorang Barista perempuan yang meracikan kopi untuk orang nomor satu di Indonesia yakni pak presiden jokowi dodo. Pada peringatan hari kopi nasional yang diselenggarakan di istana kepresidenan.Sosok Evani Jesslyn banyak menyita perhatian publik, pasalnya ia merupakan salah satu Barista perempuan terbaik Indonesia. Bagaimana tidak, Evani Jesslyn wakil Indonesia di ajang Barista& farmer 2016 silam.

Dikutip dari majalah Otten coffer. BARISTA & Farmer adalah sebuah pertunjukan bakat Internasional pertama yang didedikasikan sepenuhnya untuk kopi specialty. Jika kompetisi-kompetisi kopi dunia lain umumnya hanya melibatkan satu keterampilan khusus meracik kopi, maka di sini pesertanya wajib menguasai seluruh proses yang ada dalam perjalanan kopi mulai dari memetik, memproses, menyangrai sampai akhirnya menyajikannya dalam cangkir-cangkir bernama espresso, cappuccino, latte dan sebagainya.

Pertunjukan ini pertama kali diselenggarakan tahun 2013 di Puerto Rico, menyusul Honduras di tahun 2015 dan tahun 2016 ini, Brazil menjadi tuan rumahnya. Wilayah Alta Morgiana di negara bagian Sao Paulo yang merupakan tempat perusahaan O’Coffee (perusahaan kopi terbesar di Brazil yang memiliki 6 perkebunan sekaligus salah satu produsen utama kopi specialty di negara itu) adalah lokasi spesifik dimana acara ini diselenggarakan selama dua minggu.

Kompetisi Barista & Farmer yang berada di bawah naungan Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) ini telah melakukan proses seleksi (sangat) ketat sebelum pada akhirnya menyaring 10 finalis yang akan bertanding. Dari awalnya 300 kontestan hingga akhirnya mengerucut tinggal 10 finalis, Evani Jesslyn, lulusan Bachelor of Science University of California Berkeley kelahiran tahun 1990 ini pun terpilih menjadi salah satunya. Ia bukan hanya menjadi peserta termuda yang berasal dari Indonesia, namun juga sekaligus satu-satunya wakil dari Asia.

perempuan yang terjun sepenuhnya tanpa sungkan-sungkan ke industri yang umumnya didominasi oleh laki-laki. seorang roaster, cupper, brewer dan pemilik Strada Coffee di Semarang.Di luar konteks bahaya dan manfaatnya kopi bagi kesehatan, kopi bukan perkara jenis kelamin melainkan pilihan masing-masing individu. Ngopi sek broo, ben waras????

SMA Negeri 1 Sindang HUT RI
Roza Fotocopy HUT RI
Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait

inquiry
aksara